animasi blog

Senin, 22 Oktober 2012

Keramik - Kendal


Gerabah
Pada tahun 1970-an jumlah pengrajin industri kecil gerabah di Kabupaten Kendal lebih dari 200 unit usaha yang terdapat di Kecamatan Kota Kendal dan Kecamatan Weleri. Namun dengan kemajuan peradaban manusia sekarang ini banyak diproduksi barang substitusi sehingga jumlah industri gerabah mengalami penurunan drastis menjadi 40 unit usaha pada tahun 2009. Dari sejumlah 40 unit usaha tersebut dikerjakan oleh orang-orang yang sudah tua, sedangkan generasi muda sudah tidak tertarik pada kegiatan kerajinan gerabah. Jumlah tenaga kerja yang terserap oleh industri kecil gerabah sebanyak 52 orang.
Barang-barang yang dibuat antara lain periuk, cobek, tungku, wajan dan barang-barang bersifat seni seperti aneka pot / vas bunga, barang hiasan ruang tamu, hiasan taman, dan lain-lain yang dipesan oleh penggemar barang seni.

Makanan khas Kendal


Kerupuk Rambak Pegandon

Kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau ini merupakan makanan khas Kendal dengan rasa gurih dan renyah. Proses pembuatannya dilakukan dengan pemanasan kulit dalam air mendidih, bulunya dibersihkan, diberi bumbu, dipotong-potong, dan dikeringkan. Setelah itu baru siap untuk digoreng. Bahan baku yang berasal dari kulit kerbau didatangkan dari Demak, Jepara, dan Pekalongan, namun saat ini mulai digantikan dengan kulit sapi, namun saat ini beberapa mulai memproduksinya dari kulit sapi.
Sentra Industri Kerupuk Rambak di Kabupaten Kendal berlokasi di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon terdiri dari 7 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 40 orang. Salah satu pengusaha Kerupuk Rambak di sentra tersebut adalah Bapak Chaeroman yang beralamat di Jalan Gang Bayam RT 2 / RW 4 Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah. Kondisi sentra saat ini sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya diversifikasi produk rambak dari kulit sapi.